68

1774 Kata

Mobil berhenti di halaman rumah. Pak Adam melepas sabuk pengamannya, begitu pun aku bergegas melepas sabuk pengamanku kemudian turun, membuka pintu bagian belakang lantas menjulurkan tangan hendak menggendong Umi yang terlelap pulas namun Pak Adam menahanku. "Biar kakak saja, Dik." "Aku sendiri bisa, Pak," sahutku dengan wajah merona malu karena dia memandangiku. "Biar kakak saja." Ulangnya. Aku akhirnya bergeser menyingkir, membiarkan Pak Adam menggendong Umi. Aku mengambil dua plastik besar yang dibeli Pak Adam di supermarket tadi, membawanya menuju teras. Kubuka pintu dan Pak Adam pun masuk. "Kamar Umi sebelah sini, Pak." Aku berjalan mendahului, mendorong kamar Umi hingga membuka. Pak Adam mengangguk, ia pun merebahkan Umi di ranjang kemudian menyelimutinya. Aku memperhatikanny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN