62

1980 Kata

"Oh, yaa?" tanya Pak Adam pada Umi dengan antusias, membuatku semakin malu saja. Aku terus neleng ke kiri menghindari tatap dengannya. Apa kira-kira Pak Adam saat ini tengah menatapku dengan wajah geli? "Iya, Om. Bunda selalu senyum tiap ingat Om." "U-miii," kataku, masih dengan terus neleng ke kiri. "Emang iya kan, Bunda? Tadi bunda senyum dan tertawa tunjukin foto Om ke Umi." "Oh, yaa?" tanya Pak Adam seolah ingin memastikan kebenarannya. "Iya, Om. Bunda selalu senyum tiap nyebut nama Om." "Oh, yaa?" Entah Pak Adam tak percaya pada ucapan putriku atau sedang menggodaku. Apa pun itu, aku kesal padanya yang telah meladeni ucapan anak kecil. Rasanya arrgh, ingin kuremas tubuh Pak Adam yang membuatku semakin malu saja. "Ii-yaaaa. Om gak percaya, ih, dibilangin dari ta-diii," kata Umi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN