POV Adam + Rivan + Ilana "Ha ha." Aku tertawa kecil saat komentar tiba-tiba menghilang. Ah Lana kamu menggemaskan sekali. Aku sudah membacanya jadi kamu sudah ketahuan. Aku membuka aplikasi WA lalu mengetik, Saya sudah baca komentar kamu. Kamu stalking apa karena kamu teringat saya? Ketikku sambil tersenyum. Hampir kutekan kirim, tapi mengingat dia masih milik orang aku pun mengurungkan niat. Nanti bisa-bisa, aku dibilang pebinor. Ya memang aku mencintai istri orang, tapi aku tidak ingin merusak rumah tangganya. Hanya jika Lana dan suaminya benar-benar cerai, aku akan mendekati Lana. Entah kenapa aku sangat yakin, Lana itu sudah ditakdirkan jadi istriku. Tujuh bulan dari sekarang. Aku tersenyum memandangi foto Lana, mengenakan dres merah terang yang pas di tubuh, oh cantiknya. Aku lagi