49. Secarik Foto

2123 Kata

Karena aku belum sepenuhnya sembuh, sarapan pagi ini beli di luar. Mengenai menu, aku yang pilih karena aku sedang tidak enak makan. Mas Hanif akan menyesuaikan seleraku. Kebetulan, keinginan kami cocok. Kami sedang suka yang berkuah-kuah agar segar. Orang sakit cenderung mudah merasa eneg, sedangkan Mas Hanif masih terbawa lelah perjalanan semalam. Jadi, menu sarapan kami pagi ini adalah nasi dan sup ayam kampung. Mas Hanif tambah gorengan, sementara aku tidak. Aku sedang tidak tertarik dengan yang terlalu berminyak. Ting! “Lho! Kok ada bel lagi, Mas?” “Mas beli cemilan. Tunggu, Mas ambil dulu.” Mas Hanif keluar dan masuk lagi membawa satu kresek warna putih. Aku melihat dua cup salad buah berukuran sedang. Seketika, aku tersenyum. Pasalnya, aku sedang ingin makan makanan itu. “Ema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN