Mobil Kevin baru saja berhenti di depan rumah. Ia sangat cemas lantaran tubuh Dinda semakin panas saja. Mungkin seharusnya ia tidak membawa Dinda ke pantai, atau mungkin seharusnya ia tidak menuruti keinginan Dinda untuk berbasah-basahan. Kevin mengguncang pelan tubuh Dinda, tetapi gadis itu hanya menggeliat. Terdengar rintihan lirih dari bibirnya. Kevin semakin tidak tega saja. Jadi, ia segera turun dari mobil dan menggendong Dinda. "Aku panggilkan dokter setelah ini, Sayang," batin Kevin. Ia tidak ingin Dinda sakit terlalu lama. Begitu masuk ke rumah, Icha tampak kaget dengan Dinda yang berada di gendongan Kevin. "Nyonya Dinda kenapa, Tuan?" Kevin menggeleng, dengan menggendong Dinda, ia tak bisa membuat isyarat. Namun, Icha tampaknya mengerti dan menyentuh hati-hati kening Dinda.