Sebenarnya Yani enggan menceritakan pengalaman buruknya kepada Vita, tetapi ia ingin sahabatnya itu selalu berhati-hati di setiap waktu dan kesempatan. "Aku sebetulnya takut jika apa yang mau aku ceritakan berujung sebuah fitnah atau malah kebaperan aku aja, Ta." "Maksudnya gimana, Yan? Kamu ngalamin sesuatu gitu sampai akhirnya kamu sakit?" "Ehm, ya ... itu tadi. Apakah ini sebuah kebetulan semata atau memang ada unsur kesengajaan, aku juga enggak tahu." Vita mendengar dengan serius apa saja kalimat yang keluar dari mulut Yani. "Akhir pekan kemarin itu 'kan Pak Sayuti nikahin anaknya, kamu ingat?" "Hem, iya. Ayah dan ibu juga diundang." "Nah, sekali lagi ini cuma kecurigaan aku aja yah, Ta. Kamu bisa nilai sendiri apakah ini ada hubungannya sama aku sakit atau enggak." Vita meng