Sejak sore perasaan Vita sudah tak enak. Sepulangnya ia menengok sang sahabat yang sedang sakit, kedua orang tuanya pamit untuk mengunjungi kerabat di luar kota. Entah kerabat siapa yang dimaksud, Vita sendiri tidak tahu dan tak diberi tahu. Namun, kepergian Pak Sudibyo dan Bu Ranti dari kediamannya menjelang waktu empat puluh hari di mana Fajar sang putra bungsu meninggal, justru menimbulkan teka teki bagi Vita. Sejak awal Vita sendiri dilarang untuk keluar rumah selain bekerja, pindah rumah, dan terakhir menikah dengan alasan-alasan yang sudah ayahnya sebutkan. Tapi sekarang, kedua orang itu justru meninggalkan rumah dan dirinya sendiri dengan alasan mengunjungi kerabat. Aneh, pikir Vita. Bahkan ketika ia pulang telat karena habis menengok Yani, ia hampir dimarahi habis-habisan kar