"Apa ada sesuatu semalam?" tanya Pak Ridwan, ayah Ardan. Ayah dan anak itu sedang duduk bersama menikmati singkong rebus yang Bu Zahra sudah siapkan sebagai sarapan pagi mereka. Ditambah dengan air teh manis hangat, ketiganya menikmati suasana pagi rumah di teras rumah, yang kali ini diguyur air hujan lumayan lebat. "Ayah tahu dari mana?" tanya Ardan yang heran sebab ayahnya bertanya demikian. Lelaki paruh baya itu menengok ke arah sang istri, lalu tersenyum. "Ibu sempat mendengar kamu memekik istighfar, tapi enggak ada suara lagi setelahnya. Jadi, Ibu pikir enggak kenapa-kenapa. Mungkin kamu terantuk meja atau nubruk kursi." Bu Zahra yang menjawab. Ardan yang tengah menyesap teh panas yang sudah berubah hangat itu kemudian mengangguk. "Setelah pulang dari rumah Vita, ternyata