Siang itu suasana kafe semakin ramai. Apalagi di jam makan siang, banyak anak muda berkunjung ke kafe, walaupun hanya untuk sekedar melepas lelah atau bertemu dengan teman lama. Dini sudah sibuk di dapur khusus barista untuk membuat beberapa pesanan kopi racikannya. Adam sendiri duduk tak jauh dari tempat Dini bekerja sambil mengajak Rayyan bermain. Sejak tadi, Rayyan tak kunjung tertidur padahal sudah kenyang di susui. Adam menatap kagum Dini yang terlihat sangat serius membuat takaran di gelas takar agar racikannya memberikan cita rasa kopi yang pas. Sesekali mengajak tertawa Rayyan dan bermain ciluk ba, sama seperti di masa kecilnya Adam dahulu. "Rayyan ... Ciluk ... Ba?!! Ih ... Kok anak Papah gak ketawa? Cuma lihatin aja? Emang gak lucu ya?" cicit Adam dnegan suara khas manja an

