Sejak pagi, Dini sudah sibuk di dapur untuk membuat sarapan. Hari ini akan menjadi hari spesial bagi Dini. Hari istimewa yang tidak akan pernah di lupakan bagi Adam dan Dini. "Mah ... Bangun kok gak bangunin Papah?" ucap Adam yang masuk ke ruang dapur sambil mengucek kedua matanya. Kedua matanya masih saja lengket dan masih ingin menempel dan terpejam. "Pah? Mamah lagi buat sarapan. Papah mau kopi?" tanya Dini pelan menawarkan secangkir kopi agar semangat paginya bangkit. "Boleh Mah" jawab Adam yang kemudian duduk di meja makan sambil menunggu sarapan paginya selesai di buat oleh Dini. Satu cangkir kopi hitam dengan sepiring pisang goreng telah tersaji di meja makan. Adam dan Dini menikmati sarapan seadanya. "Periasnya datang jam berapa Mah?" tanya Adam yang mulai panik dengan acara

