Fatih mengangguk ke arah Dini dan memberikan kode kepada wanita itu untuk segera keluar dari ruangan kamar rawat inap itu. Bukan untuk meninggalkan Zya sendiri di sana, tapi agar jiwa dan hati Zya sedikit lebih tenang. "Pah ... Kita ke luar dulu saja. Kita ikuti saja apa kemauan dokter Fatih. Mungkin saja ada solusi terbaik," ucap Dini pelan. Zya sudah membaringkan kembali tubuhnya dan menutup wajahnya dengan bantal. Hatinya benar - benar sedang kacau. Rasanya ingin sekali menyendiri dan sendiri tanpa ada yang menemani. "Ayo ...." ucap Adam tegas sambil menggandeng tangan Dini dengan erat dan merapatkan tubuhnya kepada wanita itu untuk menunjukkan bahwa Dini adalah miliknya. Jadi tidak alasan apapun untuk menggoda Dini lagi karena sudah termiliki oleh Adam baik jiwa dan raganya. Fat

