203

1069 Kata

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Tidak biasanya Adam pun selalu mengajak Zya bicara dan sesekali bercanda dengan kekonyolan masing - masing. Keduanya tertawa seolah - olah kebencian yang sempat terbesit di pihak Adam pun luntur begitu saja kepada Zya. Zya yang semakin lembut malah semakin terlihat mempesona bagi Adam. Karisma sosok Zya semakin terpancar, hampir sama dengan pancaran yang terlihat dari wajah Dini. 'Argh ... Kenapa wajahmu selalu terbayang di benakku, Mah. Mengingat kebersamaan Mamah bersama Fatih tadi di taman membuat Papah semakin kesal dan benci,' batin Adam di dalam hatinya. "Jadi waktu itu, cuma iseng - iseng berhadiah? Oh ... Begitu ceritanya?" tanya Adam pelan sambil tertawa terkekeh. Zya dan Adam saling bercerita tentang awal pertemuan mereka. Zya mengangguk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN