Dini sudah terbaring di dalam kamarnya. Perutnya terkadang terasa sangat sakit sekali, belum lagi kepalanya terasa sangat pening dan mual di bagian perutnya. Sudah beberapa kali Dini harus bolak balik ke kamar mandi dan memuntahkan sebagian isi perutnya ke wastafel. Tapi yang keluar hanyalah cairan berwarna kuning saja. "Makan dulu, Din? Aku suapin ya?" ucap Fatih pelan. Fatih tidak bisa meninggalkan Dini begitu saja. Dini membutuhkan dirinya. Walaupun Rayyan sudah ada pengasuh, tetap saja Dini butuh suppirt dari orang - orang terdekatnya. Dini menggelengkan kepalanya pelan dan menutup rapatmulutnya dengan satu telapak tangannya. "Aku mual, Fatih. Rasanya ingin muntah dan tidak ingin makan. Aku kan bukan orang sakit, di beri bubur kaldu sepertiitu," ucap Dini dengan kesal. Fatih hany

