Adam melambatkan laju mobilnya dan meminggirkan mobilnya ke sisi jalan. Tangan Zya semakin erat di genggam oleh Adam. Rasa kecewanya sangat berat di rasa kepada Dini karena tadi sore. Ingin secepatnya melupakan sosok Dini yang telah mengganggu hati dan pikirannya selama ini. "Kenapa kamu tidak menjawab?" tanya Adam pelan. Adam malah ikutan cemas, kalau saja jawaban yang di berikan nantinya tidak sesuai dengan keinginannya. Zya tak bergeming dan tak mau menjawab. Ia juga tidak mau terluka untuk ke sekian kalinya. Zya juga tidak maumerasakan kecewa yang berkepanjangan. Zya pun tak ingin sakit hati karena cinta dan mencintai Adam. "Aku mau kamu menjawab pertanyaan ini, Zya. Aku menunggu jawaban dari kamu," ucap Adam pelan. "Sudah mau maghrib. Ini acara Zya. Jangan sampai Zya yang malah t

