136

1787 Kata

d**a itu begitu sangat nyaman sekali. Dini masih dalam dekapan Adam. "Bagaimana hubunganmu dengan Fatih?" tanya Adam tiba-tiba kepada Dini. Sepertinya ingatan Adam sedikit demi sedikit mulai kembali normal. Entah kenapa, Adam ingin menanyakan tentang Fatih kepada Dini. Tiba-tiba saja Adam ingat Fatih. Dini melepaskan dekapan itu dan kembali duduk tegak menatap Adam yang sedikit kaget melihat Dini melepaskan pelukan eratnya itu. Adam tetap bersikap wajar, tidak mau terlihat posesif walaupun sebenarnya tetap ingin di prioritaskan. "Fatih?" ucap Dini pelan sambil memeluk bantal di dadanya. "Ya. Fatih? Kenapa harus kaget? Bukan kah waktu itu memang kamu sedang dekat dengan Fatih dan melupakan tentang kita?" tanya Adam pelan menatap lekat kepada Dini. "Ya. Bahkan kita punya harapan indah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN