Dini sudah mulai tenang. Rayyan pun sudah terlihat mulai kekeyangan setelah mneyusu pada Sang Mama. Sejak tadi Adam, Mita dan Dini hanya saling berdiam dan hening. Tak ada satu pun orang yang mnegeluarkan suaranya hanya untuk sekedar mengajak Dini bicara atau bertanya soal Rayyan. Semua seolah sudah selesai dan tidak ada lagi yang perlu di bahas. Permasalahan ini memang rumit dan pelik bagi yang mengetahuinya. Tidak mudah menjalani hal yang terus menerus hanya merasakan kesakitan dan kekecewaan. "Ibu Mita, Mas Adam. Dini mau pamit pulang. Hari sudah sore," ucap Dini pelan. Dini sudah menidurkan Rayyan di kereta bayinya dan merapikan semua perlengkapan bayi Rayyan di tas kecil yang ada di bagian bawah ranjang kereta dorong itu. Adam yang sejak tadi mulai di sibukkan dengan laptopnya pun

