Dini berjalan pulang menuju ruamh apartemennya dalamkekalutan. Pikirannya tak lagi jernih sepeerti dulu yang bisa menerima apapun dalam kondsi apapun juga. 'Aku ini kenapa? Tidak sepantasnya aku berbuat hal yang kurang baik seprti tadi kepada Mas Adam. Itu hanya menambah rasa kecewa dalam hati Mas Adam, bukan semakin tenang tapi malah semakin di buat kesal karena keadaan seolah tidak berpihak kepada diri Mas Adam,' batin Dini di dalam hatinya. Langkah kaki Dini pean berjalan melewati trotoar pejalan kaki sambil mendorong kereta bayi. Susana sore itu terlihat nampak lengang dan masih sepi. Mungkin satu jam lagi tempat ini akan ramai orang berlalu lalang karena jam kerja kantor berakhir dan semua orang berlomba-lomba untuk segra pulang untuk menemui keluarganya di rumah. Hati Dini bena

