Celia melongo mendengar jumlah nominal belanja Dini yang tidak biasa itu. Banyak juga, batin Celia menelan ludah dengan dalam. Celia tidak tahu saja, berapa banyak uang yang ada di dalam kartu itu. Jumlahnya pun tak terhingga. Mungkin Dini sendiri juga akan bingung menghitungnya. "Itu tidak salah hitung sampai delapan juta rupiah?" tanya Celia setengah berbisik saat kasir supermarket itu sedang menggesekkan kartu debit Dini dan meminta pin kartu agar bisa mengakses pemotongan pengeluaran belanja saat itu. Dini mengernyitkan dahinya. Pertanyaan macam apa itu. "Pasti benar lah. Kan sesuai barcode belanja. Apa yang salah?" tanya Dini kemudian malah menjadi bingung sendiri. "Delapan juta itu sangat banyak. Bahkan itu jumlah dua bulan gajiku yang hanya kamu habiskan dalam waktu satu jam sa

