Roro Ratri menyipit, menatap Mandala dengan pandangan tidak percaya. “Dari kamu? Kenapa kamu membelikan Sekar daster?” Begitu pula Sundari, yang kini menatap anak tirinya dengan pandangan heran. Sedangkan Sekar, terbelalak ngeri. “Apa salahnya gue beliin Sekar daster. Gue juga beliin Mbok Sumi. Tanya aja dia kalau nggak percaya,” ucap Mandala tenang. Kali ini bahkan mengenyakkan diri di kursi dan mulai menyendok nasi serta lauk. “Kenapa kamu belikan mereka daster?” Roro Ratri yang masih tidak terima, kembali bertanya. Mandala menatapnya tajam. “Kenapa nggak boleh. Duit-duit gue, suka-suka gue mau beliin buat siapa. Lagian, mereka itu udah kerja keras di rumah ini. Apa salahnya apresiasi! Lagipula, cuma daster. Nggak mahal itu! Kalian aja yang terlalu pelit!” Ucapan Mandala menghentika

