Bab 54 (18+)

1030 Kata

Mario sedang duduk diam di tepi kolam. "Mar, aku mau ngomong," ucap Neriti pelan. Suami istri itu duduk berjajar. Kaki mereka dicelupkan ke kolam renang. Mata keduanya menatap satu titik yang sama. Hening. "Silakan." Neriti menatik napas perlahan. Ia menyiapkan hati dan lidahnya untuk berbicara serius. Ia tak ingin membuat kesalahan. "Aku mau kita asuh anak gadis itu di sini." "Maksud kamu?" tanya Mario terkejut bukan kepalang. Ia sampai tak percaya akan pendengarannya. Ia melotot saking terkejutnya. "Kinara." Hati Mario seperti diremas oleh tangan tak kasat mata dengan keras dan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat. Mario menunduk dalam. Ia tak berani menatap sang istri. Hatinya makin perih. Mario tak bisa menjawab apa pun. Ia hanya terus berpikir cara untuk me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN