Diandra sedang berkutat dengan adonan roti manis, ketika ponselnya berdering. "Halo." "Diandra?" Suara di seberang terdengar tak begitu asing di telinga Diandra. Akan tetapi, gadis itu tak ingat siapa pemiliknya. Namun, ia tak berniat untuk mengakhiri panggilan itu. Ia masih sambil menunggu adonan roti itu selesai diproses. Suara mesin pengaduk adonan lumayan bising, hingga suara di telepon itu sedikit kurang jelas. "Maaf, ini siapa?" tanya Diandra agak kencang. "Neriti." Suara di seberang terdengar menyebut sebuah nama. Akan tetapi, lagi-lagi suara mesin pengadon itu mengalahkannya. Untuk itu, Diandra memutskan untuk memberitahukan kepada salah satu pegawai bahwa ia akan keluar sebentar. Pegawai itu diserahi tugas untuk mengawasi adonan yang tengah diaduk oleh mesin itu. Dia