Malam semakin larut, keheningan mulai sepenuhnya menyelimuti mansion utama di Pondok Indah. Di dalam kamar tamu bernuansa pink-cream, Lintang sudah bergelung nyaman di balik selimut tebal. Efek kekenyangan setelah makan malam dengan masakan Mama Naomi dan rasa lelah karena perjalanan jauh dari Surabaya membuat sepasang mata bulatnya kini sudah sepenuhnya mengantuk, perlahan-lahan meredup siap menjemput mimpi. Namun, tepat saat kesadarannya berada di ambang batas, Lintang merasakan pergerakan lembut di sisi ranjang. Kasur empuk di belakangnya perlahan ambles, menopang sebuah bobot yang teramat besar dan kokoh. Tanpa perlu bersusah payah menoleh atau membuka mata pun, Lintang sudah tahu persis siapa pelakunya. Aroma maskulin bercampur wangi sabun mint yang sangat familier seketika menyerga

