"Mas kangen banget sama kamu, Dek," bisik Dewa sekali lagi, seolah kalimat itu tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan bagaimana tersiksanya ia menahan rindu beberapa hari ini. Lintang yang semula bersikap kaku perlahan-lahan mulai melunak. Rasa gengsi yang tadi sempat ia tinggikan kini runtuh begitu saja oleh pelukan hangat dan aroma maskulin Dewa yang begitu menenangkan. Gadis itu mendongakkan kepalanya sedikit, menatap sepasang mata abu-abu pekat milik tunangannya yang kini juga sedang menatapnya dengan binar sarat akan kasih sayang. "Lintang juga kangen, Mas Bule ugal-ugalan," sahut Lintang lirih, akhirnya jujur mengakui perasaannya sembari mengerucutkan bibirnya gemas. Mendengar pengakuan polos itu, seringai tampan langsung terbit di wajah Dewa. Detak jantung di antara keduanya

