70

1586 Kata

Pagi harinya, semburat cahaya matahari fajar mulai menerobos masuk melalui celah gorden mansion mewah di Pondok Indah. Di saat isi rumah mungkin masih terlelap, Lintang justru sudah terbangun sepenuhnya. Meskipun tidurnya larut akibat kegilaan Mas Bule-nya semalam, tanggung jawab sebagai calon menantu yang baik membuat Lintang tak betah berlama-lama di atas kasur. Setelah membersihkan diri dan memastikan piyamanya kancingnya sudah rapi, ia segera melangkah turun ke lantai bawah. Begitu kakinya menginjak area dapur bersih yang luas dan modern, indra penciumannya langsung disambut oleh aroma harum tumisan bawang yang menggugah selera. Di sana, Mama Naomi sudah tampak modis dengan celemek rajutnya, sibuk membolak-balik spatula di atas wajan. "Lho, Lintang, Cah Ayu? Sudah bangun toh, Nak? Ko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN