BAB 18

1592 Kata

Sepanjang hari Arata membenamkan diri dalam pekerjaan, tidak membiarkan dirinya beristirahat, karena begitu ia diam sebentar saja, pikirannya akan melayang kembali ke masalah yang satu itu. Ia terus menyibukkan diri tanpa henti, sampai ponselnya berbunyi. Ia menatap tulisan yang muncul di layar ponsel dan dadanya tiba-tiba terasa sakit. Aurelie. Ia bimbang. Apakah ia akan menjawab telepon itu atau tidak. Akhirnya ia memutuskan membiarkan ponselnya terus berdering. Setelah beberapa lama, deringannya berhenti. Arata menarik napas dan baru akan kembali melanjutkan pekerjaan ketika ponselnya berdering lagi. Arata merasa tidak tega. Akhirnya ia membulatkan tekad dan menjawab telepon itu. “Allo?” Suaranya terdengar dingin di telinganya sendiri. “Arata, kenapa kau tadi tidak mengangkat telepo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN