BAB 19

1155 Kata

“Aneh,” gumam Aurelie sambil menatap ponselnya. “Kenapa?” tanya Camille tanpa mengalihkan tatapan dari layar laptop. Aurelie mengerutkan kening dan menggigit-gigit bibir. “Ponselnya tidak aktif.” “Ponsel siapa?” “Arata.” Kali ini Camille memandang Aurelie sekilas, lalu kembali menatap layar laptop. “Mungkin dia sibuk dan tidak bisa menjawab telepon.” Aurelie menopangkan kedua siku di meja dan memiringkan kepala. “Tadi Julien bilang Arata pergi ke lokasi proyek. Bisa jadi dia memang sibuk.” “Mm.” Camille mengangguk, tidak terlalu peduli dengan pacar temannya yang tidak mau menjawab telepon. Menurutnya itu hanya masalah biasa. “Kau tahu ...,” Aurelie memulai, tetapi ragu sejenak. “Apa?” Aurelie kembali mengerutkan kening. “Kau selalu berkata ini perasaanku saja, tapi aku benar-be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN