“Allo!” Julien mengangkat wajah dari kertas-kertas yang berserakan di meja dan melihat Aurelie mengintip dari celah pintu kantornya yang terbuka. “Aurelie!” serunya gembira. “Tumben kau datang ke kantorku. Ayo, Masuk saja.” Aurelie menghampiri Julien dengan senyum lebar. “Apa kabar, Julien?” Julien bangkit dan merangkul Aurelie. “Tadinya capek setengah mati, tapi begitu melihatmu datang semangatku langsung naik,” katanya. Aurelie mendengus dan tertawa. “Simpan saja rayuanmu untuk gadis lain.” Julien kembali duduk di kursi. “Kenapa kau tiba-tiba datang ke sini?” Aurelie memandang berkeliling. Kantor Julien punya nasib yang sama dengan apartemen Aurelie. Berantakan. “Sebenarnya aku datang untuk menemui Arata,” sahut Aurelie ringan. Julien langsung memejamkan mata dan memasang raut

