Sebenarnya hari ini Celina hendak menemui Julien, hanya saja ia berangkat lebih awal karena harus mengirim surat untuk Olivier dan Audrina terlebih dahulu. Celina menengadah, menatap bangunan La Sainte Chapelle di sebelahnya sambil berjalan. Ia bisa mendengar suara kor dari dalam bangunan itu sayup-sayup. Matanya menyipit saat bersapaan dengan sinar langit yang mendung di balik kubah berkerucut perunggu. Puncaknya terlihat menyala di tengah taburan salju. Sementara dinding-dindingnya didominasi warna keabuan. Rerantingan pohon yang ditimbuni salju menjatuhkan kepingan-kepingan dingin dengan lentur ke jalanan yang sudah basah. Selain desau angin, hanya desir pijakan Celina yang menginjak gumpalan saiju di sisi promenade yang terdengar. ‘Apakah ada yang bersembunyi? Ataukah ada yang hilang

