BAB 42

1672 Kata

Paris, Prancis. Celina rebah di ranjang apartemen barunya, tepatnya apartemen Les Précieuses de Mouffetard, yang terletak tidak jauh dari Left Bank. Langit-langit ruangan itu terhalang kelambu hijau muda. Warna yang hampir sama dengan warna kotak penyimpan kapur di Sekolah Dasar Saint Lazare, kenang Celina. Mendadak ia teringat ekspresi murid-muridnya yang tidak merelakannya pergi kemarin. Dadanya sesak. Celina menghela napas, lalu duduk di sisi ranjang. Ia memperhatikan suasana ruangan yang baru saja ditatanya persis seperti kamar apartemennya di Marseille. Sekilas sorot matanya meratap. Tetap tidak sama, batinnya. Ia melirik pria yang masih serius mengangkat beberapa kardus di dekat pintu kamar. “Sudah saatnya beristirahat.” Julien mengangguk. “Sebentar, sedikit lagi,” katanya, lalu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN