Celina Rahardjo meletakkan kapur tulis di kotak hijau muda. Murid-murid mencoba mengeja nama daerah wisata di Prancis yang baru saja dituliskannya di papan tulis lebar. “Sekarang kalian lihat tulisan di papan. Tugas kalian mangarang. Kalian boleh memilih salah satu tempat wisata yang menarik—apa saja di Prancis. Lalu buatlah cerita dalam bahasa Inggris. Maksimal enam paragraf dan dikumpulkan Rabu depan. Kalian mengerti?” Murid-murid Celina terlihat antusias sekali. Ia bisa membaca sorot mata tidak mau kalah dari masing-masing anak yang ada di dalam kelas itu. “Aku ingin menulis tentang sungai Seine.” “Aku ingin membuat cerita di Eifiel,” gumam Louis di kursi paling depan. “Eiffel menjenuhkan, semua orang membicarakannya. Mengapa kau tidak menulis tentang salah satu bilik misterius di O

