Wanita itu mematung sambil memegang tali tasnya saat melihat Julien, dokter yang dikenalnya belum lama ini. Julien dan Celina menoleh bersamaan ke sumber suara itu. “Benar rupanya. Dokter paling tampan yang kukenali. Senang sekali bertemu denganmu lagi.” Wanita itu menghampiri meja Julien dan Celina, lalu mengulurkan tangan. Julien bangkit untuk meraih tangan wanita itu sambil tersenyum hangat. “Senang berjumpa lagi denganmu, Madame Maria Gioretti,” sapanya ramah dan berwibawa. “Bagaimana keadaan putrimu?” “Putriku kini baik-baik saja. Ini semua berkat kuasa Tuhan. Tuhan menyelamatkan putriku melalui tanganmu, anakku.” Maria Gioretti mengecup punggung tangan Julien beberapa kali, lalu menatap berbinar. Itu membuat pundak pria itu merosot lantaran sungkan. Celina berdiri di belakang Jul

