Pegangan pintu dari besi itu terasa dingin dalam cengkeraman Aurelie. Butuh keberanian besar untuk masuk ke kamar rawat Arata. Ia harus menguasai dirinya terlebih dahulu. Hari sudah sore ketika ia tiba kembali di rumah sakit. Ayahnya melihat kedatangannya dan segera memeluknya. Saat itu juga Aurelie tahu ia akan kehilangan Arata. “Papa sudah mencobanya,” gumam ayahnya. Aurelie menatap ayahnya dan menyadari ayahnya habis menangis. “Papa bahkan sudah meminta pendapat Laurent Delcour, tetapi hasilnya sama saja,” lanjut ayahnya. Suaranya serak karena emosi. “Papa sudah meminta pendapat Dr. Delcour ... Ternyata tetap tidak bisa membantu ...” “Kau mau menemuinya?” tanya ayahnya sambil mengusap wajah. Aurelie menunduk dan tidak menyahut. Ia menghela napas tanpa suara dan akhirnya mengangguk. D

