BAB 32

1505 Kata

Tiga tahun setelah kepergian Arata, Aurelie akhirnya berani menutup lembaran hidupnya di Paris. Kota itu terlalu penuh dengan kenangan yang membuatnya terjebak dalam kesedihan. Setiap jalan, setiap café, seakan menyimpan bayangan Arata. Ia memutuskan kembali ke Indonesia, mencari ruang baru untuk bernafas. Awalnya, langkah itu terasa berat. Malam-malam panjang masih dipenuhi tangis yang tertahan, dan setiap kali ia membuka kotak foto, luka lama kembali menganga. Namun perlahan, Aurelie belajar menata rutinitas sederhana, bekerja, menulis, dan kembali bersosialisasi. Ia menemukan kekuatan dalam hal-hal kecil—secangkir kopi di pagi hari, tawa bersama sahabat, dan udara tropis yang hangat. Semua itu menjadi pijakan untuk bangkit. Julien pun menempuh jalannya sendiri. Setelah sempat membant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN