Kening Aura berkerut mendapati mobil suaminya di pelataran parkir kampus. Mobil sport yang selalu dikendarai Rendra jika lelaki itu sedang ingin mengemudi sendiri. Aura menyipitkan mata menilik ke dalam mobil tepatnya belakang kemudi, apakah benar sang suami yang menjemputnya karena ini hari jumat di mana lelaki itu selalu sibuk dengan pekerjaannya menjelang akhir minggu terlebih selama seminggu ke depan Rendra akan mengambil cuti bulan madu. “Abang?” panggil Aura, mengetuk kaca jendela mobil suaminya. Tidak berapa lama pintu mobil seharga rumah di kawasan elite di Jakarta itu terbuka ke atas dan sosok suaminya sudah menanggalkan jas juga dasi terpampang nyata di hadapan Aura. Aura bahkan harus mengerjap beberapa kali meyakinkan indera penglihatannya bahwa mata itu tidak salah me

