Evelyn turun dari taksi di depan rumah mewah dengan halaman luas yang penuh dengan tanaman rapi. Matahari pagi menyinari fasad rumah yang megah, memantulkan kilauan cahaya dari kaca-kaca jendela yang besar. Hawa sejuk dengan aroma segar dari bunga-bunga yang tertata rapi di sepanjang jalan setapak menambah kesan elegan tempat itu. Senyumannya mengembang saat melihat sosok mertuanya, Sarah, berdiri anggun di depan pintu, mengenakan gaun berwarna pastel dengan motif bunga lembut. Sebagai istri dari seorang pengusaha sukses, Sarah terlihat seperti gambaran sempurna seorang wanita sosialita: rambutnya tersanggul rapi, perhiasan berlian menghiasi leher dan tangannya, namun tidak berlebihan. Di bawah sinar matahari, dirinya terlihat bersinar. Evelyn melangkah mendekat, sedikit gugup, tapi menc

