Rayyan melepas kancing atas jasnya dan melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya sebelum menjatuhkan diri ke kursi kerja yang empuk. Rapat yang cukup panjang tadi membuatnya lelah, terlebih karena dia harus menggantikan Sarah yang tidak bisa hadir dalam rapat. Sebagai seorang direktur sebuah perusahaan, ada tanggung jawab besar yang tertumpu di pundaknya, tetapi tak jarang ia merasa ingin menyerahkan semuanya pada orang lain untuk sejenak menikmati hidup yang lebih bebas. Sembari menghela napas panjang, Rayyan menoleh ke arah adiknya yang baru saja masuk ke dalam ruangan. Siapa lagi kalau bukan Alan. "Alan." "Iya, Kak," sahut pria berwajah bersih tanpa sedikit pun cela di wajahnya. "David ke mana, ya? Tadi dia bilang akan ikut rapat, tapi malah absen," tanya Rayyan, memecah kesunyi

