Naskala mendelik mendengar perkataan papanya. Sedangkan Kaila dan Naresya menahan tawanya karena Raga bersikap tegas pada Naskala. "Pa, kok aku? Kan aku nggak ngapa ngapain?" protes Naskala. "Karena kamu ceroboh, kalau kamu jagain putri papa yang bener dia nggak akan luka kayak gitu." omel Raga kesal. Naskala menggaruk pipinya, sedangkan Naresya tersenyum tipis. Perasaannya menghangat mendengar Raga yang mengatakan dia putrinya. Dia merasa mendapat keluarga baru di tempat Naskala. "Dia tunangan ku pa." "Kamu di hukum, kamu nggak boleh ketemu Naresya seminggu. Naresya tidur di rumah, kamu tidur di apartemen." lanjut Raga lagi. Mata Naskala melotot, sementara Kaila sudah menahan tawanya sejak tadi. Berbeda dengan Naresya yang melongo lalu melirik ke arah Naskala yang sudah beruba

