Bab 42

1308 Kata

Naskala merengkuh tubuh Naresya masuk ke dalam pelukannya. Naresya menangis sejadi jadinya. Naresya benci dengan keluarganya tapi perasaan kalau mereka tetap keluarganya itu masih ada. "Aku harus gimana?" tanya Naresya lirih. Naskala menepuk pelan punggung Naresya, dia takut jika Naresya kembali sakit seperti kemarin. "Kala, aku harus apa? Mereka menyakitiku, dan mereka bahkan tak bertanya perasaan ku dan juga keadaan ku tapi mereka selalu mementingkan keadaan Jesika." Naskala menepuk pelan punggung Naresya, berharap gadisnya lebih tenang dari sebelumnya. "Sayang dengar, aku ada disini. Jika mereka memang sayang sama kamu dia akan selalu dengar keluh kesahmu. Dia akan merangkul mu saat kamu jatuh, jangan terlalu merasa kamu nggak bisa apa apa sayang. Kamu udah sembuh, kamu udah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN