Rasanya seperti mimpi bagi Naresya hidup di tengah keluarga yang menakutkan seperti itu. Naresya bangun dengan kepala yang sedikit pusing. Dia mengedarkan pandangannya untuk mencari tahu dimana dia berada. Awalnya Naresya panik, tapi detik berikutnya Naresya bernapas lega karena itu adalah kamar Naskala. Naresya menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Naskala masuk ke dalam kamar membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk Naresya. "Udah bangun?" Naresya mengangguk, dia melihat Naskala menyiapkan makanan untuknya. "Kenapa nggak bangunin aku? Kan harusnya aku yang siapin makanan untuk kamu." Naskala tersenyum, mengusap lembut rambut Naresya. "Kamu nyenyak tidurnya, aku nggak tega banguninnya." Naresya mengangguk, menerima mangkok berisi bubur masakan Naskala. "Ka

