Chap. 67. Rencana Baru

1500 Kata

“Kenapa dia datang di saat hatiku sudah mulai tenang?” lirih Tisha. Gadis itu sekarang duduk bersimpuh di balik pintu kamarnya. Butuh perjuangan untuknya masuk ke dalam kamar. Kaki yang lemas akibat tremor hebat. Shock melihat sosok yang berusaha ia lupakan selama ini, meski begitu sulit untuk melakukannya. Namun, ia sudah bisa menekan perasaan itu agar tidak mencuat ke permukaan lagi. Tapi kenapa pria itu malah muncul dalam hidupnya lagi? Sungguh, ini hal yang sangat berat bagi Tisha. Melupakan, sedang orangnya akan selalu sering ia lihat mulai sekarang ini. “Aku harus segera bicara pada Ayah besok pagi,” gumam Tisha. Setelah mealalui pertimbangan dan juga menelaah ucapan sang ayah, Tisha pikir tidak ada salahnya untuk menerima tawaran ayahnya. Toh, mereka juga tidak akan langsung men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN