Syifa terus memberontak namun tidak semudah itu Hafiz melepasnya. Apalagi ia menangkapnya dengan susah payah. “Kak, lepasin!” ujar Syifa “Nggak. Enak aja minta dilepasin!” “Tapi Kak Hafiz curang! Harusnya Syifa udah keluar dari ruangan ini kalau Kak Hafiz nggak curang.” Hafiz terkekeh geli mendengarnya. “Curang atau tidak berarti sudah rezeki saya.” “Ck, nggak boleh gitu tahu.” “Terserah saya dong.” Hafiz semakin mengeratkan pelukannya agar Syifa tidak bisa melarikan diri. Namun tidak lama Hafiz melepas pelukannya. Ia beralih memutar tubuh Syifa agar menghadap ke arahnya. Hafiz memegang kedua lengan Syifa sembari menatapnya lekat. “Kamu sekarang nggak bisa lari dari saya, Syifa.” “Itu karena…” “Sstt..” belum selesai Syifa bicara Hafiz langsung meminta istrinya untuk diam.

