Huma meletakkan dua gelas air mineral di meja, dia bawa sesuguhan lain juga. Di samping itu, Kakek Rei mulai melangkah masuk. Beliau lalu duduk. "Sehat, Huma?" "Sehat, Kek." Huma menjawab seadanya, lalu senyum. "Sepertinya suamimu yang kurang sehat, ya? Ini wajahnya kenapa babak belur?" "Iya, itu ... tapi udah diobati, kok, Kek. Dokter bilang nggak ada luka serius." Huma tak mungkin menjawab apa yang terjadi pada Rajendra hingga wajahnya bonyok begini. Kakek Rei senyum, sepertinya paham bahwa pembicaraan soal kondisi Rajen memang bukan hal yang ingin dibicarakan oleh cucunya. "Huma lanjut ke dalam dulu, Kek." Jadi, dia pamit saja. "Oh, iya. Terima kasih suguhannya." Huma senyum lagi, kemudian berbalik. "Eh, Sayang ... udah salim sama uyut?" seloroh Huma kepada si kecil. Bara diam

