Bad Ayah - Part 40a

1778 Kata

Tanganku mendorong pintu kamar yang sudah lama nggak aku tempati ini. Meskipun begitu, Bik Tanti tetap rutin membersihkan kamar ini setiap harinya agar terbebas dari debu. Lagi pula, kamar ini juga sebenarnya adalah kamar tamu. Jadi, dipastikan harus selalu bersih—jaga-jaga jika ada yang ingin menempatinya tiba-tiba. Benakku mengingat-ingat, sudah berapa lama aku nggak menempati ruangan ini. Mungkin satu minggu? Dua minggu? Atau bahkan lebih dari satu bulan? Entahlah. Aku nggak bisa mengingatnya. Namun, hari ini aku bersyukur karena Bik Tanti nggak pernah absen membersihan kamar ini sehingga aku bisa langsung menggunakannya dalam keadaan yang bersih dan rapi. Yang terpenting ... aku bisa melarikan diri dari Mas Dewa karena aku benar-benar nggak ingin melihat wajah pria itu untuk saat ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN