Bad Ayah - Part 38b

1658 Kata

Aku tersenyum geli sebelum membalas ucapan Mas Dewa. "Aku kira kamu nggak sadar," ungkapku dengan tangan yang meraih satu kotak kartu Uno dari sisi meja. Ada beberapa permainan yang tersedia di meja ini, ada Uno Stacko, kartu poker, dan kartu Uno. "Yang kalah harus pilih truth or truth, ya. Nggak ada dare," jelasku sambil mengocok kartu Uno yang baru saja kukeluarkan dari dalam kotak. Tanpa mengatakan apapun, Mas Dewa sudah mengerti maksudku dan untungnya pria itu nggak menolak permainan Uno yang ingin aku mainkan ini. Mas Dewa menyeringai lalu membalas, "Siapa takut?" Untungnya meja yang kami tempati adalah meja untuk 4 orang sehingga ada 2 meja persegi yang saling menempel. Jadi, kami bisa memainkan kartu ini dengan leluasa tanpa harus bersempit-sempitan. Mas Dewa segera meraih kart

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN