RSC-59

1693 Kata

Ares kembali ke ruang tengah setelah mencuci piring. Suara denting air di wastafel masih bergema samar di telinganya, tapi pikirannya jauh melayang. Dia duduk perlahan di sofa, membiarkan keheningan menyelimuti dirinya. Matanya tertuju pada gambar sederhana yang tergeletak di lantai—gambar yang dibuat oleh Arkan, putranya. Sebuah gambar polos yang penuh warna-warni, dengan tiga sosok yang digambar sederhana: seorang wanita yang jelas adalah Valora, seorang anak kecil yang pasti Arkan, dan sosok laki-laki yang tak tergambarkan jelas, tanpa wajah. Ares menatap gambar itu cukup lama sebelum akhirnya bertanya dengan suara lembut, “Arkan, ini gambar apa?” Arkan, yang tengah memegang pensil warna, menoleh dengan antusias. Wajah kecilnya berseri-seri, senang mendapat perhatian dari Ares. “Ini g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN