"Oke! Nice!" "Sekali lagi!" ujar Sani sambil menunjukkan jari telunjuknya membentuk angka satu. Lelaki itu kembali fokus ke depan, dia siap membidik target dengan kamera yang sudah dia pegang sedari tadi. "Satu, dua, tiga." Persis, di hitungan ketiga, terdengar suara jepretan kamera. Sani melihat hasilnya terlebih dulu dan kemudian dia menganggukkan kepalanya kepada sang model bahwa sesi foto-foto sudah benar-benar berakhir. Lelaki itu kembali duduk di kursi kejayaannya yang selalu dia bawa-bawa setiap mendapatkan job motret di hari liburnya. Seperti halnya hari ini, Sani mendapatkan tawaran mengabadikan foto prewedding untuk sepasang kekasih. Inilah yang Sani lakukan setiap kali dia libur dari pekerjaan sungguhannya. Namun kadang, Sani juga menyamar sebagai fotografer apabila dia men

