Secangkir teh chamomile sudah berhasil dibuat oleh Becca. Gadis itu, kini memilih duduk di depan televisi. Tentu saja, benda kotak nan pipih itu menyala. Tetapi, Becca tidak memerhatikan gambar yang ditampilkan di layar kaca sana. Pikirannya melayang ke mana-mana. Hari sudah gelap dan kedua bola mata Becca masih belum mengantuk. Bukan karena dia ingin menunggu kepulangan Vanko, tetapi memang Becca tidak bisa terlelap saja apabila dia belum dilanda kantuk. Becca melihat ke arah cangkir yang dipegangnya sedari tadi. Dia langsung meminum teh chamomile kesukaannya usai memastikan kalau teh itu sudah tidak sepanas tadi. Becca berhasil meminumnya sebanyak dua teguk. Saat Becca akan meletakkan cangkir berwarna merah muda itu ke atas meja, Becca malah jadi teringat pada hari di mana dia membuat

