Nawang berjalan mondar-mandir di dapur. Hatinya resah mengingat ancaman Nindy tadi pagi. Ia bukan takut dengan ancaman itu karena ia tahu, sebenarnya Nindy juga gentar. Ia hanya tidak ingin membuat Bi Laila kaget saat Nindy tiba-tiba datang nantinya. Nawang kembali mendecakkan lidah, bimbang apakah sebaiknya ia mengatakan masalah itu sekarang kepada Bi Laila atau nanti saja. Tanpa sadar, Nawang sudah tiga kali bolak-balik mendekati Bi Laila, namun kembali ke tempat semula karena masih meragu. Bi Laila yang sedang melipat kain di atas meja kecil, sesekali melirik Nawang dari sudut mata. Ia tahu Nawang ingin mengatakan sesuatu, namun gadis itu tampak bimbang. Bi Laila membiarkannya dan pura-pura tidak tahu. Namun ketika Nawang mondar-mandir untuk yang keempat kalinya, ia tidak tahan lagi.

