Tiba di depan pintu Dinda tidak langsung masuk, ia memutuskan untuk tidak pulang ke rumah dan memilih beristirahat di rumah seseorang saja. "Nak, sudah pulang?!" tanya Bi Sayidah lembut. Betul, Dinda lebih memilih menginap di rumah pembantunya sendiri daripada di rumahnya. Lokasinya tidak jauh, hanya beberapa langkah dari rumahnya. Nah, kan enak kalau pulang disambutnya begini, ngga kayak kompor yang mau meledak. Meski rumah Bi sayidah tidak sebesar rumah ayahnya, bahkan jauh lebih kecil tapi Dinda cukup nyaman. Apalagi dengan kondisi rumah yang memang hanya ada dirinya dan Bi sayidah. Menjadi lebih tenang. "Mau mandi dulu atau makan? Bibi siapkan." "Ngga usah, Bi. Aku mau mandi dulu, jika sudah aku akan makan dan mengambil sendiri nanti." "Baiklah, bibi sudah memasak makanan kesuk

