Seperti biasa, jeritan Elya selalu mewarnai interaksi mereka bila ada sesuatu hal yang membuat Elya terkejut. Seperti barusan, sebuah fakta yang baru Elya ketahui tentang Dana yang ternyata terbangun. Hal itu membuat Elya ingin tenggelam di lautan lepas, berenang bersama ikan paus, kalau bisa tidak perlu kembali ke daratan, karena ia terlanjur malu! "Harus ya, teriak-teriak? Tolong volume kamu dikecilin sedikit. Kamar yang ditempati oleh Mama di seberang sana, Elya. Beliau bisa terbangun karena suara kamu yang barusan." Dana mengubah posisi berbaringnya menjadi duduk. Tangannya meraup wajah dan mengusap-usap telinganya sendiri. Sebenarnya Dana belum sadar sepenuhnya, tapi karena suara Elya yang begitu memekik, alhasil ia pun terpaksa merenggut seluruh kesadarannya. "I--iya-iya, maaf. K